Langsung ke konten utama

Postingan

Mengambil hikmah dari setiap kejadian (wabah Corona)

Pada ulasan berikut ini saya tidak akan menjelaskan secara panjang lebar, namun disini saya akan menuliskan intisari dari kajian online bersama bang Rene suhardono dan Ust.Ahmad Homsani dalam bentuk point   WFH, Mejaga diri kita di rumah iya, tapi kita belum memikirkan kondisi tenaga-tenaga medis yang ada di luar, yang bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga (makan dan minum). jangan sampai disaat yang lain sedang berjuang untuk kebaikan,  kita yang hanya di rumah malah numpuk dosa , kenapa? Karena kita belum ridho atas takdir, kita belum tawakal secara maksimal, ikhtiar kita masih kurang.   Jangan sampai ketika fisik kita sakit lalu menular sampai ke hati, meskipun WFH kita harus berusaha tetap produktif dan jangan mengotori hati. Cara menata hati, Rasulullah pernah ditanya sama aisyah.” Ya rasulullah, bagaimana pendapatmu mengenai wabah ini? Rasul menjawab” ini akan menjadi penderitaan bagi mereka yang tidak beriman dan orang yang munafik, namun tid...

Coaching bersama Rene Suhardono

Disini saya akan berbagi hasil sharing session bersama bang Rene di acaranya limitless campus dan hero management tentang bagaimana cara mengambil keputusan. Dalam hidup ada beberapa pilihan yang diberikan kepada kita yang tidak bisa untuk kita tolak, seperti orangtua, jenis kelamin, dll. Ada pula pilihan yang sengaja diberikan agar kita bisa memilih, seperti jurusan, pekerjaan, jodoh, dll Kata bang rene berdasar hasil riset: -           terdapat 87% orang yang kuliah merasa salah mengambil jurusan, atau merasa harus menyalahkan oranglain atas segala keputusan hidupnya -           terdapat 91% orang yang sedang bekerja merasa salah perusahaan dan merasa salah memilih lingkungan pekerjaan Orang sering bilang, “gue sepertinya salah milih deh” atau pas milih tiba-tiba datang pikiran “kira-kira pilihan gue bener nggak ya?” Sebetulnya dalam hal ini kita tidak 100% salah pilih, tapi ka...

Seni Hidup Minimalis

Minimalis tidak hanya mengurangi jumlah barang atau materi yang kita miliki, tapi minimalis juga terlingkup pada minds, body, times , dan spirit. Di tulisan ini hanya akan membahas minimalis terkait mindset . Pikiran juga perlu minimalis, karena rata-rata ketika orang sudah dewasa hal-hal yang dipikirkan begitu banyak. Ujung-ujungnya jadi stres. Multitasking biasa didefinisikan sebagai kemampuan melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan. Tapi kadang-kadang hasilnya kurang maksimal. Menurut Desi Anwar, sebisa mungkin jika melakukan suatu pekerjaan lebih baik langsung beres. Jika pekerjaan beres, maka beban yang kita pikirkan mulai berkurang satu per satu. Ketika beban mulai berkurang, kita bisa fokus melanjutkan pekerjaan yang lain dan hasilnya bisa lebih maksimal. Desi anwar terbiasa melakukan prioritas terkait pekerjaan yang harus selesai per harinya. Tidak perlu mengerjakan banyak hal, yang penting hasilnya terlihat. Minimalis memiliki makna kita punya kontrol untuk me...

Bisa karena terbiasa

Awal mula mau ikutan kelas menulis adalah untuk mengisi waktu agar lebih produktif dan ingin mengasah ketrampilan menulis.  Namanya juga tantangan,  jadi mau ada ide ataupun tidak tetap harus menulis bagaimanapun kondisinya.  Selama 30 hari,  tantangan yang paling mengena sampai sekarang adalah saat sedang hectic jadi tim konsumsi panitia kemah akbar.  Malam-malam aku berusaha merangkai kata demi kata sambil menggoreng tempe untuk keperluan lauk, saat tenaga sudah banyak yang terkuras, badan sudah tidak stabil tetap kupaksakan buat "menulis". Apapun yang penting do it dan komit, dan akhirnya terpublish juga itu tulisan. Selama 30 hari ini mencoba melatih diri merangkai kata demi kata, dan ternyata tidaklah mudah. Tapi lebih tidak mudah lagi apabila hanya terbersit di pikiran saja tanpa eksekusi nyata.  Dibalik semua ini kunci utama menulis selama 30 hari adalah komitmen, langsung eksekusi, dan sabar.  Momen selama 30dwc kemarin adalah momen yang tep...

Merajut asa menggapai cita

Selepas SMA,  tepatnya di bulan agustus 2012 aku akhirnya memutuskan mengambil jurusan pendidikan kimia. Pengambilan keputusan ini pun tidaklah mudah. Beberapa pertimbangan telah dirundingkan bersama keluarga. Sebetulnya dulu aku tidak pernah bercita-cita menjadi seorang guru, karna sebetulnya aku juga ingin mencicipi dunia diluar jalur kependidikan. Saat itu kebetulan aku diterima di teknik geodesi Undip yang bersamaan dengan pengumuman diterimanya pendidikan kimia Unnes. Galau sekali pada saat itu, dunia serasa berputar lebih lambat.  Tapi setelah dilalui dengan istikaroh dan masukan dari keluarga, akhirnya kupuskan memilih pendidikan kimia. Semester 1-2 waktu perkuliahan kadang masih sering galau, masih suka bertanya pada diri sendiri apakah benar ini jalan yang sudah tepat kupilih. Tapi setelah kulalui perkuliahan demi perkuliahan akhirnya bisa selesai juga sampai semester 8. Dari sini aku belajar bahwa "semua yang terjadi, itulah yang terbaik". Bila hendak membuat sua...

Menangis itu wajar

Pernah nggak, kita menangis secara sembunyi-sembunyi,  sehingga tidak ada seorang pun yang mengetahui? Pernah kah kita memasang senyum lebar biar terlihat tegar padahal hatinya rapuh? Pernah nggak kita membuat kesalahan fatal,  kemudian kita merasa bersalah sehingga kita mengekspresikan dalam bentuk tangisan? Pernah kah kita menangis di sepertiga malam? Kalau pernah,  kapan terakhir kita menangis seperti hal-hal diatas? Tentu sebagian besar kita pernah menangis. Menangis bukanlah pertanda bahwa kita ini lemah dan cengeng.  Menerima perasaan secara utuh dan sadar, membuat hati kita lebih ringan menerima kenyataan. Air mata yang tumpah merupakan bentuk luapan emosi. Emosi tersebut yang menjadi penanda bahwa kita adalah manusia yang utuh yang kadang bisa bahagia,  sedih,  takut,  tertekan dll. Sangat mustahil apabila selama kita hidup sama sekali tidak pernah menangis. Beberapa manfaat dari keluarnya air mata emosional (menangis)  adalah: 1....

Belajar dari sebuah karya

Selepas menonton film nkcthi,  aku semakin sadar bagaimana rasanya berada di posisi anak pertama dan anak tengah dalam keluarga. Rasa yang sebelumnya jarang terlintas dibenakku, bahkan di luar ekspektasiku.  Anak pertama yang mungkin selalu mendapat tugas lebih banyak, merasa terkucilkan, dan menanggung beban untuk menjadi panutan.  Dilain sisi anak kedua senantiasa merasa diabaikan. Ia sebenarnya memiliki peran besar dalam keluarga.  Anak kedua bisa menyambungkan kedekatan antara si sulung dengan si bungsu.  Sementara sebagai si bungsu kadang merasa susah untuk memilih dan merasa banyak aturan. Mungkin sesuatu yang menjadi pilihannya sekarang kurang lebih hasil dari pertimbangan keluarga. Mau melangkah,  takut salah arah.  Padahal sebetulnya hanya butuh dorongan dan kepercayaan agar setiap langkah yang dipilih bisa membawanya pada ketentraman lahir dan batin. Berikan ruang jeda untuk bisa berkontemplasi,  menyadari perasaan yang senantiasa ber...