Langsung ke konten utama

Semua berawal dari niat


Sadar atau tidak sadar bahwa segala aktivitas yang kita lakukan itu tergantung niatnya.  Segala macam bentuk kegiatannya mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur semua akan diperhitungkan berdasarkan niat. Mungkin ada beberapa orang yang kurang maksimal dalam menjalankan segala aktivitasnya,  salah satunya karena belum meluruskan niat.  Kadang mungkin kita merasa lelah dengan rutunitas yang begitu padat, tapi apakah lelah kita sudah benar-benar menjadi lillah?? Kadangkala kita perlu mindfulness, sadar secara utuh dan berhenti sejenak kemudian refleksi.  Coba diingat-ingat kembali untuk apa sebenernya kita melakukan segala aktivitas, sekedar menggugurkan kewajiban kah,  atau benar-benar mengharap ridha allah.  Niat juga merupakan hal yang paling utama namun kadang sering disepelekan. Jangan sampai ketika tenaga kita sudah habis,  tapi karena niat awalnya tidak baik perbuatan yang kita lakukan bersifat sia-sia dan tidak mendatangkan keberkahan padanya. 
Belajar dari salah seorang mentor bahwa jika ada niat yang kuat, pasti  sesorang bisa mendapatkan yang ia inginkan. Karena jika niatnya kuat,  maka seribu satu macam usaha akan dilakukan demi mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.  Dari sini aku belajar untuk senantiasa menjaga niat dan mengusahakan semaksimal mungkin dalam mengerjakan sesuatu.  Meski kadang masih sering banyak futurnya,  tapi dengan meluruskan niat setidaknya menjadi reminder bagi diri kita untuk lebih baik kedepannya.  Semoga kita menjadi insan yang kebih bauk dari sebelumnya,  agar termasuk kedalam orang-orang yang beruntung.  Aamiin. 
#30dwcjilid21
#Day11
@pejuang30dwc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semua Punya Medan Juangnya Masing-masing

  Pada tanggal 3 Mei 2021 santri angkatan pertama MA Miftahunnajah telah memegang SK Kelulusan, pertanda semester depan mereka sudah berada di medan juang yang berbeda. Mendapat kesempatan mengajar mereka selama kurang lebih 2 tahun lamanya, memberi pengalaman tersendiri tentunya. Vibrasi positif dari mereka amat terasa. Satu hal yang membuat terkesan ketika sama-sama belajar dengan mereka. Resiliensi, kemampuan untuk tetap teguh meski dalam situasi yang sulit. Saya melihat meski beberapa diantara mereka ada yang kesulitan (utamanya dalam pelajaran eksak), tapi saya bisa mengamati dari guratan wajah, sikap dan usaha mereka ketika memperhatikan, mencatat, dan belajar hingga larut malam. Membangun reliensi memang tidaklah mudah, semoga sikap ini masih tertanam dimanapun medan juangnya. Dan dari mereka saya juga belajar makna resiliensi yang sesungguhnya. Terimakasih anak-anak J

REFLEKSI WARDAH INSPIRING TEACHER TAHAP 1

MELIA HANDAYANI MA MIFTAHUNNAJAH YOGYAKARTA NEW SKILL Setelah mengikuti WIT Tahap 1, mindset saya terkait merdeka belajar dan kegiatan PJJ menjadi lebih terbuka. Konsep merdeka belajar disini yang dapat saya terapkan adalah merdeka dalam pemilihan materi pembelajaran yang esensial selama pandemi covid, serta kemerdekaan bagi siswa untuk mengumpulkan penugasan dengan berbagai bentuk, yakni berupa infografis, video, podcast, rangkuman, ppt, dll. Selama proses pembelajaran jarak jauh, guru hendaknya juga mempertajam empati. Mengingat kondisi siswa dengan latar belakang orangtua yang berbeda-beda dan lokasi tinggal yang berbeda pula, sehingga hendaknya jenis penugasan yang diberikan serta bentuk pengumpulan disesuaikan dengan kondisi siswa masing-masing. Selain itu membangun komunikasi dengan orangtua siswa disaat pembelajaran jarak jauh merupakan hal yang penting, karena orangtua menjadi jembatan antara guru dan siswa dalam keterlaksanaan pembelajaran. CHALLENGE Selama pe...

Insecure

Insecure adalah lawan kata dari “ secure ”/ rasa aman. Insecure adalah kondisi dimana kita tidak merasa aman, sehingga membuat perasaan seseorang menjadi gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Apakah hal tersebut pernah kamu alami? Aku yakin kamu pernah mengalaminya, termasuk diriku. Sering bahkan, tapi kalau dibiarin terus bisa sangat menghambat aktivitas. Insecure yang lebih sering terjadi di masa kini adalah seringnya kita membandingkan diri dengan orang lain. Paparan media social yang tidak bisa kita kontrol dengan baik, terkadang bisa menjadi boomerang tersendiri bagi kita. Perasaan sering tertinggal, tidak memiliki peran, sedangkan yang lain sudah bisa berkarya dan berkontribusi untuk sekitar. Kalau kata Dian Sastro ketika kita membandingkan diri dengan orang lain adalah sesatu yang sangat tidak adil. Karena masing-masing individu pasti berbeda. Jadi jika kamu ingin bahagia dan comfortable dengan diri, maka jangan pernah membandingkan diri. PoV lain terkait com...