Langsung ke konten utama

Gebyar Ramadhan Yogyakarta


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan dinanti-nati oleh umat islam. Keberkahan dimana-mana melimpah ruah dan kita bisa memilih menjemput keberkahan lewat jalan yang mana. Mulai dari intensitas tilawah yang lebih dari biasanya,  i'tikaf,  memberi sedekah untuk buka puasa,  menyantuni fakir miskin, mendatangi majelis ilmu sampai keberkahan pada penjual jajanan pasar pada sore hari atau sering disebut sebagai pasar kaget.
Di Yogyakarta juga terdapat beberapa post pasar kaget yang selalu ada pada bulan ramadhan, seperti kampung ramadhan Jogokariyan,  pasar sore kampung kauman, pasar kaget lembah UGM dan jalur gaza Nitikan. Gaza merupakan singkatan dari Jajanan Lauk Sayur Gubuk Ashar Zerba Ada. Selain pasar kaget yang bertebaran di beberapa tempat,  beberapa masjid di kota Yogyakarta juga selalu menyediakan buka puasa untuk jamaah yang mengikuti kajian. Kajian tematik disajikan dengan tema yang bervariasi di beberapa masjid,  sehingga kita  bisa memilih tema yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu di beberapa tempat juga banyak yang bisa digunakan untuk buka bersama dengan teman-teman/ keluarga tercinta,  seperti pondok cabe, lesehan aldan,  nanamia pizzeria, sampai super sambal.
Gebyar ramadhan di Yogyakarta bisa kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat,  mulai dari kumpul keluarga sampai kajian keilmuan. Rangkaian acara pada bulan ramadhan di yogyakarta menjadi salah satu momen istimewa bagiku,  semoga begitu juga denganmu.  :)
#30dwcjilid21
#Day15
@pejuang30dwc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semua Punya Medan Juangnya Masing-masing

  Pada tanggal 3 Mei 2021 santri angkatan pertama MA Miftahunnajah telah memegang SK Kelulusan, pertanda semester depan mereka sudah berada di medan juang yang berbeda. Mendapat kesempatan mengajar mereka selama kurang lebih 2 tahun lamanya, memberi pengalaman tersendiri tentunya. Vibrasi positif dari mereka amat terasa. Satu hal yang membuat terkesan ketika sama-sama belajar dengan mereka. Resiliensi, kemampuan untuk tetap teguh meski dalam situasi yang sulit. Saya melihat meski beberapa diantara mereka ada yang kesulitan (utamanya dalam pelajaran eksak), tapi saya bisa mengamati dari guratan wajah, sikap dan usaha mereka ketika memperhatikan, mencatat, dan belajar hingga larut malam. Membangun reliensi memang tidaklah mudah, semoga sikap ini masih tertanam dimanapun medan juangnya. Dan dari mereka saya juga belajar makna resiliensi yang sesungguhnya. Terimakasih anak-anak J

Bisa karena terbiasa

Awal mula mau ikutan kelas menulis adalah untuk mengisi waktu agar lebih produktif dan ingin mengasah ketrampilan menulis.  Namanya juga tantangan,  jadi mau ada ide ataupun tidak tetap harus menulis bagaimanapun kondisinya.  Selama 30 hari,  tantangan yang paling mengena sampai sekarang adalah saat sedang hectic jadi tim konsumsi panitia kemah akbar.  Malam-malam aku berusaha merangkai kata demi kata sambil menggoreng tempe untuk keperluan lauk, saat tenaga sudah banyak yang terkuras, badan sudah tidak stabil tetap kupaksakan buat "menulis". Apapun yang penting do it dan komit, dan akhirnya terpublish juga itu tulisan. Selama 30 hari ini mencoba melatih diri merangkai kata demi kata, dan ternyata tidaklah mudah. Tapi lebih tidak mudah lagi apabila hanya terbersit di pikiran saja tanpa eksekusi nyata.  Dibalik semua ini kunci utama menulis selama 30 hari adalah komitmen, langsung eksekusi, dan sabar.  Momen selama 30dwc kemarin adalah momen yang tep...

REFLEKSI WARDAH INSPIRING TEACHER TAHAP 1

MELIA HANDAYANI MA MIFTAHUNNAJAH YOGYAKARTA NEW SKILL Setelah mengikuti WIT Tahap 1, mindset saya terkait merdeka belajar dan kegiatan PJJ menjadi lebih terbuka. Konsep merdeka belajar disini yang dapat saya terapkan adalah merdeka dalam pemilihan materi pembelajaran yang esensial selama pandemi covid, serta kemerdekaan bagi siswa untuk mengumpulkan penugasan dengan berbagai bentuk, yakni berupa infografis, video, podcast, rangkuman, ppt, dll. Selama proses pembelajaran jarak jauh, guru hendaknya juga mempertajam empati. Mengingat kondisi siswa dengan latar belakang orangtua yang berbeda-beda dan lokasi tinggal yang berbeda pula, sehingga hendaknya jenis penugasan yang diberikan serta bentuk pengumpulan disesuaikan dengan kondisi siswa masing-masing. Selain itu membangun komunikasi dengan orangtua siswa disaat pembelajaran jarak jauh merupakan hal yang penting, karena orangtua menjadi jembatan antara guru dan siswa dalam keterlaksanaan pembelajaran. CHALLENGE Selama pe...